Kamis, 27 September 2012

verifikasi UNDIP kurang baik?


Mempertanyaka Verifikasi Mahasiswa Baru
by Trio Putra Setiyawan on Wednesday, September 26, 2012 at 9:01am ·
Universitas Diponegoro (Undip) telah menyelesaikan serangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Dimulai dari proses seleksi calon mahasiswa baru (maba) sampai dengan pendidikan karakter. Serangkaian kegiatan yang cukup meriah dan memiliki tujuan yang sangat baik, namun ada beberapa catatan yang menjadi bahan koreksi khususnya pada kegiatan verifikasi ini.
Verivikasi dilaksanakan pada tanggal 7 - 9 Juni 2012 dan 2 – 11 Agusrus 2012. Seluruh calon maba dari berbagai jalur masuk wajib melakukan verifikasi, sebelum mereka dinyatakan sah secara administratif menjadi mahasiswa Undip. Kegiatan ini menjadi first impression untuk para calon mahasiswa, juga pengantar yang ikut mendampingi. Sayangnya usaha pengelola Undip yang dilaksanakan di gedung Prof. Sudharto, S.H., ini untuk memberikan first impression, masih jauh dari maksimal.
Kekurangan tersebut antara lain : tidak ada tempat atau fasilitas khusus untuk pengantar, tidak ada peta, pembagian nomor antrian yang tidak teratur, denah dan pusat informasi, kebersihan, sampai pedagang di area parkiran verifikasi.
Pengantar tidak boleh ikut masuk ke dalam ruangan. Sehingga mereka harus menunggu di luar. Karena tidak terdapat tenda ataupun fasilitas lain, mereka menunggu di berbagai tempat yang menurut mereka layak. Peserta verifikasi juga mengalami kebingunan karena tidak terdapat denah atau pusat layanan informasi yang jelas. Menurut Nur Rahmah (mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian) yang berasal dari Pati, pada saat berada di dalam ruangan verifikasi, merasa bingung karena tidak ada petunjuk atau pun penjelasan dari petugas dengan jelas. Bahkan lembaga mahasiswa harus mengambil inisiatif untuk menyediakan pusat pelayan informasi.
Sampah yang dihasilkan selama kegiatan verifikasi juga belum dikelola dengan baik, sehingga mengganggu kegiatan pada hari berikutnya. Berbagai permasalahan yang sebenarnya sudah muncul dari beberapa tahun lalu, tetapi belum mendapatkan perhatian serius. Pertanyaan besar yang harus dimunculkan adalah “Apakah kondisi ini akan terulang lagi di tahun-tahun mendatang?”
Kami berharap pengelola Undip bisa melakukan perbaikan pelaksanaan kegiatan ini. Harus ada fasilitas yang layak untuk pengantar, denah dan informasi kegiatan verifikasi, pusat informasi, beasiswa, proyek kerja sama, prestasi dan kemahasiswaan. Lebih baik lagi apabila semua fasilitas tersebut berada dalam satu kawasan yang terintegrasi dengan fasilitas lain, seperti informasi rusunawa dan kost.
Universitas Diponegoro harus mampu memberikan citra yang baik sebagai world class university. Kegiatan ini seharusnya menjadi ajang pencitraan yang baik, tetapi jika kesalahan sejenis kembali terulang tahun depan, patut dipertanyakan komitmen para pengelola kampus untuk menjadikan Undip sebagai world class university yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar