Sabtu, 20 Oktober 2012

nasib Perikanan di Negeri Maritim


  
Produk perikanan merupakan salah satu jenis pangan yang perlu mendapat perhatian terkait dengan keamanan pangan. Mengingat di satu sisi, Indonesia merupakan negara maritime terbesar di Asia Tenggara sehingga sektor perikanan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Terutama dalam penyediaan lapangan kerja, sumber  pendapatan nelayan dan sumber devisa negara. Selain itu, produk perikanan juga merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia. Namun di sisi lain, produk perikanan dapatmenjadi media perantara bagi bakteri patogen dan parasit yang dapat menginfeksi  manusia
Sektor perikanan di Indonesia bisa dibilang sangat penting. Terutama pada tahun 1998-1999 saat krisis ekonomi melanda Negara  Indonesia, hanya sektor perikanan  yang tidak mengalami goncangan. Perikanan menjadi ketahanan ekonomi Negara pada saat itu. Maka dari itu, Presiden RI pada saat itu KH Abdurrahman Wahid membuat depertemen kelautan dan perikanan sebagai  departemen untuk mengurusi segala hal tentang perikanan dan kelautan di Indonesia.
Sungguh miris sekali jika Indonesia yang merupakan Negara maritime terbesar di Asia Tenggara nelayannya miskin – miskin. Beberapa tahun belakangan ini pendapatan nelayan di Indonesia malah menurun, dan hasil – hasil perikanan kualitasnya sangat jelek. Over fishing dimana – mana, perusakan terumbu karang yang tidak beraturan, pencemaran air laut dengan berbagai macam limbah. Tentunya semua hal ini bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh Presiden kita saat mendirikan DKP. Seharusnya dengan luasnya perairan bisa menjadi ladang untuk lapangan kerja, devisa Negara dll. Ketamakan manusia Indonesia sangat tingggi. Kesadaran akan lingkungan pun kurang sekali.
Dibandingkan Jepang yang notabene adalah negara pengkonsumsi ikan terbesar malah tidak pernah over fishing dan tidak pernah kekurangan produksi penangkapan ikan. Warga Jepang sendiri memiliki kepercayaan bahwa,  jika mencintai alam maka alam akan memberi kita ketersediaan pangan yang banyak. Hal ini lah yang tidak ada di masyarakat Indonesia,  yang hanya bisa memakan dan menggunakan hasil dari SDA tanpa ada rasa untuk memperbaharuinya lagi,  jadi hanya tinggal pakai dan pakai. Di jepang penangkapan ikan harus sesuai standart prosedur – prosedur yang berlaku, mana ikan yang wajib ditangkap / dilepas, alat apa saja yangboleh digunakan untuk menangkap dan nealayan sangat patuh akan peraturan itu. Yang notabene  sangat kurang di nelayan Indonesia.
Saya yang baru saja kuliah di jurusan Perikanan kurang lebih 1 tahun saja sudah sangat mengerti keadaan perikanan Indonesia yang sudah sangat parah. Jika ditilik kembali ke belakang memang benar bahwa perhatian pemerintah kepada sector perikanan dan kelautan masih kurang. Banyak sekali  hasil SDA perairan kita yang diambil oleh Negara lain tanpa kita bisa berbuat apa - apa, sungguh sangat ironis. Birokrasi yang sangat bertele – tele juga membuat warga nelayan menjadi malas untuk meminta bantuan kepada intitusi pemerintahan. Jadi mereka hanya berjalan sendiri tanpa ada arahan dan kejelasan tentang prosedur yang benar  tentang penangkapan dsb. Penyediaan alat tangkap, TPI, handling yang mutu dan kualitas bagus masih sangat jarang.  Bagaimana mau bisa perikanan menjadi ketahanan ekonomi Negara jika Negara sendiri tidak bisa mengolahnya. Harapan – harapan akan Negara Indonesia menjadi Negara besar dalam segala bidang sangat kita harapkan. Semoga dengan banyaknya  Universitas  –  Universitas dengan berbagai banyak jurusan disiplin ilmu yang berbeda bisa merubah keadaan Negara Indonesia kedepannya. Terutama sector perikanan yang masih butuh banyak perhatian dari sarjana – sarjana muda perikanan. Diharapkan kita bisa mengejar ketertinggalan dalam hal informasi, teknologi, alat tangkap, pengetahuan dll dari inovasi pemuda - pemudi di masa depan.
Sedikit sekali yang bisa saya bahas di Blog saya ini tentang kondisi perikanan di Indonesia. Tapi saya optimis bahwa Indonesia bisa menjadia Negara besar yang mampu mengolah dan menjaga seluruh hasil SDA nya dengan SDM yang berkualitas. Seperti kata presiden pertama kita, Ir. Soerkano bahwa “ Indonesia adalah Negara besar tinggal kita yang mau mempertahnkannya apa manghancurkannya!”. Semoga dengan tulisan saya ini dapat memberi sedikit pengetahuan dan motivasi bagi pembaca untuk merubah Negara kita ini menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar